Top

We help the world growing since 2005

PT Tohoma Mandiri sebagai sub-contractor Adhi – Jaya Konstruksi yang mengerjakan Proyek Pembangunan Perpipaan Air Limbah Zona Utara sejak akhir tahun 2021 di Kota Pekanbaru. Proyek ini menggunakan metode Jacking Pipe – Mikrotunneling System dengan menggunakan mesin bor (Microtunnel Boring Machines, MTBM) dan dipadukan dengan teknik hidrolik dari poros keberangkatan ke poros kedatangan dalam satu kali penggerakan (one drive).

PT Adhi Karya mengunjungi dan meninjau progress project yang sedang dikerjakan oleh PT Tohoma Mandiri sebagai Sub-Contractor untuk pemasangan pipa RCP diameter 1000mm. Kunjungan ini diawali dengan safety briefing sebelum memasuki area pit / shaft MH-106, sesuai dengan SOP K3 proyek.

Selanjutnya, team Adhi Karya memasuki area pit dan menerima penjelasan progress pekerjaan dari Project Manager PT Tohoma Mandiri, langsung dipandu oleh team Tohoma untuk menuju ke area control room, area shaft, dan area slurry system. Teknik pekerjaan ini sangat aman dan ramah lingkungan karena dikerjakan tanpa galian terbuka sehingga tidak merusak fasilitas permukaan tanah untuk pemasangan pipa dengan kedalaman +/- 10 meter dari permukaan. Penggalian dilakukan dari control room oleh operator Tohoma yang berpengalaman.

Pembangunan skala besar memang dibutuhkan beberapa teknik khusus. Salah satu teknik tersebut adalah metode jacking. Di Indonesia, pembangunan besar kerap terjadi seperti pembangunan jalan tol. Pada prinsipnya, metode ini akan memasang pipa ke bawah tanah melalui pengeboran, kemudian mendorong pipa menggunakan tekanan hidrolik. Untuk penjelasan lengkap silakan simak pembahasan berikut.

Apa Itu Metode Pipe Jacking

Pipe jacking memang tidak asing lagi dalam hal pembangunan, terutama di Indonesia karena sudah sering digunakan. Salah satu tujuan penggunaan pipe jacking adalah memungkinkan limbah bisa mengalir lewat pipa beton di bawah jalan. Dengan demikian, potensi pencemaran lingkungan oleh limbah tersebut bisa diminimalkan serta dapat mencegah banjir.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Kelebihan, dan Kekurangan Microtunneling

Oleh karena itu, metode ini kerap digunakan di daerah perkotaan karena memang daerah resapan air cukup minim, khususnya untuk menampung air hujan. Kurangnya lahan hijau adalah salah satu faktor banjir kerap terjadi. Dari masalah tersebut, penggunaan pipa bawah tanah ini dinilai cukup efektif. Terlebih lagi, proses pemasangan pipa juga tidak membutuhkan galian terbuka sehingga aman dalam lalu lintas.

Faktor Utama Metode Pipe Jacking

1. Jumlah penduduk

Jumlah penduduk adalah salah satu faktor pertimbangan cukup penting sebelum mulai melakukan pipe jacking. Hal tersebut dikarenakan semakin banyak penduduknya, semakin besar pula pasokan limbah akan dihasilkan sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum memasang pipa.

2. Kondisi daerah

Mengingat Indonesia mempunyai berbagai macam karakter dari segi geologisnya, hal ini juga wajib dipertimbangkan. Mungkin saja di tempat tersebut kondisi tanahnya kurang stabil sehingga apabila dipasang pipa akan cukup rawan. Selain itu, sebelum melakukan pengeboran juga harus melalui proses perizinan terlebih dahulu.

3. Kondisi sanitasi lingkungan

Pada umumnya, sanitasi di perkotaan lebih minim dibandingkan daerah pedesaan. Kondisi sanitasi ini akan cukup berpengaruh terhadap cara instalasi pipa sehingga bisa meminimalkan berbagai risiko kesehatan serta lingkungan.

4. Iklim

Pertimbangan terakhir adalah iklim. Walaupun metode ini tidak membutuhkan galian terbuka, namun pada beberapa kondisi cuaca cukup berpengaruh. Sebagai contoh, ketika musim hujan tiba kerap terjadi hujan deras disertai angin sehingga tidak memungkinkan melakukan pengeboran supaya menghindari hal-hal tidak diinginkan.

Kelebihan Metode Jacking

Ada cukup banyak kelebihan menggunakan pipe jacking dibandingkan metode lainnya. Kelebihan tersebut antara lain bisa meminimalkan gangguan ekstrem lingkungan, pemasangan lebih aman, bisa mengurangi kegiatan bisnis terutama di daerah padat penduduk, nyaman ditinggali, tidak ada galian terbuka, dan masih banyak lagi. Karena pertimbangan inilah di berbagai negara maju sudah sering menggunakannya dalam pembangunan.

Itulah tadi sedikit pembahasan mengenai metode jacking pipa dalam hal pembangunan. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketika Anda ingin menggunakan cara tersebut, pastikan pilih layanan terpercaya seperti Tohoma Mandiri. Sudah berdiri sejak tahun 2005 menjadi bukti bahwa layanan tersebut memang telah terbukti kualitasnya. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi www.tohoma.co.id.

Bagi Anda yang sudah berkecimpung di dunia konstruksi pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Microtunneling kerap diterapkan ketika ingin membangun terowongan atau sebagainya menggunakan mesin bor. Pada kali ini akan dibahas secara lengkap mengenai pengertian, fungsi, cara kerja, kelebihan, serta kekurangan dari proses tersebut. Jadi, silakan simak penjelasan berikut.

Pengertian Microtunneling

Micro tunneling merupakan proses membangun sebuah terowongan kecil menggunakan mesin bor. Biasanya proses ini akan dikombinasikan menggunakan teknik pipe jacking guna memasang pipa di bagian bawah tanah. Pada awalnya, di tahun 1979 Mesin Bor Terowongan (MBT) pertama kali dikembangkan oleh Jepang. Lalu, beberapa tahun berikutnya mesin tersebut mendapatkan pengembangan dari Jerman.

Prinsipnya, micro tunneling akan dikendalikan dengan remote control serta bantuan tekanan bumi dan komputer. Proses ini pertama kali digunakan untuk mengganti saluran terbuka di wilayah perkotaan menggunakan pipa gravitasi di bawah tanah. Metode micro tunneling adalah salah satu solusi dalam melakukan hal tersebut sehingga terus digunakan sampai saat ini.

Meskipun pada awalnya hanya digunakan sebagai konstruksi pipa air saja, namun saat ini semua itu benar-benar mengalami perkembangan. Sebut saja perlintasan kereta api bawah tanah, landasan pacu, sungai, jalan bebas hambatan, dan masih banyak lagi. Bahkan, beberapa orang menganggap mikrotunneling merupakan metode paling akurat ketika ingin memasang pipa.

Fungsi dan Cara Kerja

Secara umum, fungsi dari metode mikrotunneling adalah untuk membangun terowongan kecil. Pembuatan terowongan ini menggunakan mesin bor atau kerap disebut Microtunnel Boring Machine dan dikombinasikan teknik pipe jacking guna memasang pipa ke dalam tanah. Hal tersebut bertujuan akan semua proses bisa terpasang hanya dalam sekali driving saja.

Apabila dibandingkan dengan melakukan penggalian terbuka, tentu saja cara ini dinilai lebih aman. Galian terbuka memang sangat rawan terjadi risiko apalagi sangat berkaitan kondisi cuaca ataupun struktur tanah. Hingga saat ini, mikrotunneling sudah digunakan dalam pemasangan berbagai macam ukuran pipa, mulai dari 20 cm hingga 3 meter. Oleh karena itu, pembuatan saluran air di daerah rawan banjir juga kerap memakai teknik tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Microtunneling

Sistem ini mempunyai kelebihan sangat efektif dan efisien. Pasalnya, pengoperasian tidak membutuhkan pekerja di lapangan, melainkan hanya menggunakan remote control saja. Meskipun demikian, akurasi metode ini juga sangat baik sehingga sangat cocok dipakai dalam pemasangan pipa jauh dari permukaan air.

Di sisi lain, kekurangannya pun juga ada. Proses pengeboran yang dilakukan membutuhkan data geologi akurat dan sangat detail. Apabila terjadi kesalahan dalam detail ini, hasilnya bisa sangat fatal dalam pembangunan.

Demikian sedikit penjelasan mengenai microtunneling. Satu hal yang harus digarisbawahi di sini adalah proses tersebut membutuhkan ketelitian sangat tinggi sehingga apabila Anda sedang mencari jasa tersebut harus benar-benar dari perusahaan terpercaya dan berkualitas, salah satu contohnya adalah Tohoma Mandiri. Informasi lebih lanjut dapat Anda lihat di website www.tohoma.co.id.

Apa itu metode jacking pipe?

Metode Jacking Pipe adalah sistem slury, metode pelaksanaan pekerjaan yang merupakan suatu cara/metode pemasangan pipa jacking dengan menggunakan mesin pengeboran horizontal yang ramah lingkungan dan tidak mengganggu aktifitas lingkungan sekitar. Menggunakan mesin bor yang dilengkapi dengan cutter head yang digerakkan secara mekanis dan dioperasikan dari ruang kontrol oleh seorang operator. Pada saat pengeboran material yang di potong/digali bersama air menjadi sebuah cairan lumpur, kemudian cairan lumpur ini dengan mudah disedot oleh pompa slury untuk dipindahkan atau dibuang ke tempat pembuangan dan air nya bisa kembali digunakan pada pengeboran berikutnya.

Keuntungan metode jacking pipe

  • Bekerja secara signifikan dengan aman.
  • Efisien.
  • Bekerja secara akurat dan dapat dikontrol.
  • Menghilangkan getaran tangan.
  • Dukungan Darat.
  • Instalasi lebih cepat.
  • Pengurangan risiko.
  • Kontrol jarak jauh.

Alasan memilih metode jacking pipe

  • Metode jacking pipe dapat mengurangi polusi udara, menurunkan emisi karbon dan mengurangi kemacetan lalu lintas.
  • Menghindari kerusakan fasilitas dan utilitas di permukaan tanah.
  • Mengurangi penurunan tanah akibat penggalian terbuka.
  • Lebih sedikit tanah galian.
  • Tidak ada galian terbuka, sehingga perlintasan lalu lintas, perlintasan kereta api, perlintasan bandar udara, perlintasan sungai dan lain-lain tidak terganggu.

HUBUNGI KAMI

T : +62 21 2270 8888
F : +62 21 2270 8999

KUNJUNGI KAMI

18 Office Park Lantai 15, Unit G, Jl.T.B. Simatupang No.18 Jakarta Selatan 12520, Indonesia

KIRIM EMAIL

Umum: info@tohoma.co.id
Penjualan: sales@tohoma.co.id